Judging

Siapa sebenarnya yang berhak berkomentar atau bahkan menilai sesuatu? Ahlinya atau sekedar penikmat? Jawabannya menurut saya adalah semua berhak. Masalah kredibilitas dari komentar atau penilaian tersebut, tentu saja semua juga berhak menilai atas penilaian tersebut.

Sebagai contoh, misalkan di suatu kontes bakat menyanyi ada 2 penilai, yang pertama adalah seorang pelatih vokal ternama yang mempunyai tempat les vokal dengan cabang di sejumlah kota besar, tapi tidak terlalu terkenal sebagai penyanyi karena kesibukannya mengajar. Lalu yang kedua adalah seleb yang terkenal bukan di bidang menyanyi tapi mencoba peruntungan tantangan di dunia tarik suara dan kebetulan beberapa lagunya meledak setahun terakhir. Pertanyaan saya, mana yang anda pilih sebagai acuan dukungan terhadap peserta? Apa anda bisa menilai mereka?

Apa ini artinya kita tidak bisa mempercayai penilaian orang yang bukan ahlinya? Tidak, bukan itu intinya. Jika penilaian itu dilakukan oleh penikmat biasa tapi banyak orang yang melakukannya, tidak cuma satu-dua puluh, bisa juga dijadikan acuan. Mungkin anda tahu Rotten Tomatoes, di sana ada penilaian terhadap suatu film yang dikategorikan menjadi 2 nilai, kritikus film, dan audiens. Saya sendiri sering menjadikan rating dari audiens sebelum menonton film yang akan saya tonton, DENGAN SYARAT jumlah audiens yang menilai sangatlah besar, itu artinya ribuan atau mungkin ratusan ribu orang yang menonton mempunyai pemikiran yang sama.

Itu lah penilaian saya terhadap sebuah penilaian.

Leave a Reply