Hobby

Hobi saya adalah berganti-ganti hobi, halah. Kalo sekarang ditanya hobi saya apa, kadang saya bingung, banyak hobi-hobi yang sebenernya udah ga punya banyak waktu untuk menggelutinya. Definisi saya tentang hobi itu sendiri ya hal-hal yang sering dilakukan di saat waktu kamu senggang, baik itu berbayar atau gratisan. Dulu punya hobi musik, baik itu cuma mendengarkan musik atau bermain alat musik (terutama gitar), sekarang udah hampir ga punya waktu untuk itu. Pulang kerja pengen istirahat, weekend pengen jalan-jalan. Kalo sudah bosan sama hobi tertentu, ya pasti pindah ke hobi lain.

Tulisan ini sebenernya bukan untuk membahas hobi saya apa, tapi mengenai hobi yang pada akhirnya akan dicap maintream bahkan alay bagi sebagian orang. Bagi sebagian orang, hobi akan dibilang keren pada awalnya, dan ketika mulai banyak digandrungi akan dibilang alay. Yang salah hobinya atau orangnya? Ketika semakin banyak orang menggandrungi hobi maka akan makin banyak tipe-tipe orang di dalamnya, termasuk yang bawaannya memang (katakanlah) alay. Beberapa contoh diantaranya:

  1. Fotografi, awalnya kan orang yg suka fotografi kan keren, tapi makin ke sini banyak abg yang hanya sekedar menenteng DSLR sebagai aksesoris kalung leher, tanpa pengetahuan fotografi yg mumpuni. Hobinya ga salah, memang abg yang masih labil tersebut membawa citra buruk.

  2. Mendaki gunung, dulu ga banyak orang mendaki gunung, setelah film tentang mendaki laku, sepertinya banyak abg yang ikut-ikutan hobi mendaki juga, tanpa rasa cinta alam yang sebenar-benarnya. Mereka nyampah di gunung, meninggalkan jejak tulisan ga penting, dll. Ya karena memang mereka labil lah yang merusak citra, bukan hobinya.

Masih banyak sebenarnya contoh-contoh hobi yang awalnya dibilang keren, lalu sekarang jadi dicap yang aneh-aneh.

Leave a Reply