Emoticons

co : kamu ga marah kan?
ce : y, gpp kok
co : bener?
ce : :)

:) adalah senjata mematikan kaum perempuan untuk kaum laki-laki, senyum penuh kepalsuan. Pernahkah kalian berpikir, apa yang teman kalian tulis di sebuah pesan atau obrolan itu sesuai dengan apa yang dilakukannya saat itu. Misal, mereka menulis “haha”, apa benar mereka sambil tertawa? Ketika menulis “hahahahaha”, apa benar tertawa menyebut ha sebanyak 5x? Atau ada yg menulis :p, apa mereka sambil menjulurkan lidah?

Ada yang mengatakan, pengulangan/penulisan menentukan ekspresi sebenarnya. Contoh seperti yang sudah disebutkan di atas, antara “haha” dan “hahahahaha” bisa memiliki makna ekspresi yang berbeda. Contoh lain percakapan sepasang kekasih:

3 bulan pacaran : iyaaaa
1 tahun pacaran : iya
setelah putus : y

Tempat kerja saya kebetulan menggunakan Google Hangout sebagai media komunikasi antar karyawan. Meskipun posisi duduk lumayan dekat, kadang orang memilih untuk chat dibanding mendatangi langsung ke meja. Suatu saat saya penasaran untuk melihat muka orang ketika chatting. Isi obrolan cukup “hangat”, tetapi ekspresi mukanya ketika saya liat ya biasa-biasa saja, bahkan tanpa ekspresi.

Kebalikannya, pernahkah anda terpikir, ketika lawan bicara anda berhenti sejenak untuk membalas pesan anda, justru mereka sedang tertawa terbahak-bahak atau misal tiba-tiba memeluk guling/bantal seakan-akan ingin memeluk anda, atas isi obrolan anda? Lalu mereka membalas kembali dengan isi pesan so cool.

Hidup (di dunia maya) itu penuh kepalsuan.

Leave a Reply